DA’I DAN PROBLEMATIKA KEHIDUPAN
Ketika datangnya sebuah promlematika kehidupan tidak sedikit orang
yang tidak dapat memecahkan promlemnya sendiri, banyak sebagian orang yang
terkadang mencurahkan preomlemnya terhadap kawan dekat, sahabat, maupun orang
tua. Meskipun ketika problem di curahkan kepada orang lain tidak berakhir
dengan adanya solusi, akan tetapi ketika usai di curahkan, hati terasa lebih
lega dan otakpun terasa ringan, diantaranya saya sendiri ketika mengalami
problem.
Banyak cara untuk melepas beban pikiran ataupun problem yang
menghampiri, ada yang melepas beban pikiran dan hatinya dengan cara mencurahkan
semua unek-uneknya terhadap kawan, sahabat, dan orang tua yang terpilih untuk
menerima curahannya. Dan ada juga yang melepas problem atau isi hatinya dengan
mencurahkan diatas kertas, yaitu dengan membuat sebuah karya yang berbentuk
tulisan atau sebuah karya yang bagus. Dan tidak sedikit orang yang awalnya
mendapat problem pada akhirnya menghasilkan sebuah karya yang bernilai dan
berkualitas. Ada juga yang mencurahkan problemnya dengan mengultuskan semua isi
hatinya diatas gadget yaitu dengan menuliskan disebuah media seperti facebok, Whatsapp,
Instagram dan akun sosial media lainnya.
Semua orang mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda bukan, Bahkan ada
yang memecahkan problemnya sendirian dan mengultuskan dengan cara berserah diri
kepada sang khaliq, dengan menempati satu pertiga malam (Qiyamul lail) dan
berdoa misalnya, dengan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ akan lebih bermanfaat
bahkan banyak jalan keluar yang Allah ﷻ berikan ketika kita mendapati sebuah problem,
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم
بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)
Dengan menyimak salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur'an bahwa
memang sudah menjadi hal yang lumrah bahwa setiap makhluk apalagi manusia pasti
dihiasi dengan permasalahan dan ujian.
Bahkan dalam ayat yang lain kita dapat mengambil nilai positif nya
bahwa kita di uji diberikan permasalah, semata-mata untuk meningkatkan keimanan
dan ketakwaan kita terhadap siapa yng menciptakan kita, gambaran kecilnya ialah
ketika seorang anak belajar dibangku sekolah ada kalanya yang dinamakan Ujian
akhir semester, ketika si anak ini lulus dan dapat menjawab soal yang diberikan
oleh gurunya dan bahkan mendapati nilai baik, maka ia akan dinyatakan lulus dan
dapat menempati tempat duduk dikelas yang baru. Sama halnya kita yang mendapati
problem atau masalah yang diberikan oleh Allah ﷻ
Dan tidak berakhir disitu, bahkan si anak yang telah lulus dikelas atau
semester sebelumnya, maka dia harus melanjutkan jenjang pembelajaran dikelas
atau disemester berikutnya, bahkan dengan soal yang lebih menantang lagi.
Allah ﷻ tidak membebankan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(Al- Baqarah: 286)
Yang harus kita pahami bahwa, setiap hidup pasti ada problem,
karena pada hakikatnya hidup adalah problem. Akan tetapi sejauh mana kita
menyelesaikan dan memecahkan problem tersebut.
Allah itu maha penyayang dan pengasih, Dia tidak akan menurunkan
berbagai permasalahan kepada kita, kecuali disesuaikan dengan kesanggupan kita,
maka tugas kita adalah tidak menyerah begitu saja dengan masalah yang sedang
dihadapi.
إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ
يُسۡرٗا
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (Al- Insyirah: 6)
Bahkan ayat ini diulang hingga dua kali, yang artinya bahwa di
balik setiap permasalahan itu selalu diikuti oleh solusinya. Tak hanya satu,
namun banyak jalannya keluarnya banyak solusi yang diberikan oleh Allah untuk
setiap peroblemnya. Gambaran kecilnya setiap tukang penjual kunci gembok dapat
membuat gembok dengan kuncinya, tidak mungkin tidak dengan kuncinya, karena
bagaimana mungkin gembok itu bisa dipakai dan di buka tanpa ada kuncinya,
itulah kenapa Allah memberikan masalah pasti dengan solusinya. Hikmahnya ialah
sejauh mana kesabaran kita dalam menjalani permasalahan kehidupan ini.
Dalam permasalahan jodoh pun, Al-quran memberikan keyakinan bahwa
setiap manusia itu telah diberikan jodohnya, dan disesuaikan dengan dirinya
sendiri, apabila dia baik, maka dia pun akan mendapatkan pasangan yang baik
pula.
"Sedangkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan
laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula." (An-Nuur ayat 26).
Banyak kata-kata para ulama bahkan dalam hadits pun dikatakan bahwa
jodoh itu merupakan atau di ibaratkan sebuah cermin, yaitu kebalikan dari kita
sendiri, pada hakikatnya ketika kita sebagai kaum adam merupakan laki-laki yang
baik, dan sholeh maka jodoh yang Allah janjikan kepada kita merupakan pasangan
yang baik pula.
Pertanyaan nya? ada kah pasangan hidup yang tidak sesuai dengan
keinginan hati kita, bahkan jauh dari perkiraan kita, jangan salah karena
rencana Allah itu lebih baik dari perencanaan seorang hambanya.
وَعَسَىٰٓ أَن
تُحِبُّواْ شَيۡٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا
تَعۡلَمُونَ
“… Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik
bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu.
Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui sesuatu.” (Al-Baqarah: 216)
Kesimpulanya adalah ketika kita mendapati sebuah problem, maka
haruslah memilih kebiasaan yang baik untuk memecahkan permasalah, bukan malah menghindar,
apalagi lari dari permasalahan karena itu bukan salah satu jalan keluar dari
permasalaha yang ada hanya akan menambah masalah baru.
Sebagai seorang mahkluk yang diciptakan dari sari pati tanah,
terkadang kita tak memahami jalan yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Namun
satu hal yang harus kita pahami adalah bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita
sebagai umatnya.
Maka yang harus kita lakukan dalam setiap langkah kehidupan kita adalah
dengan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, perlu kita
sadari bahwa ada ayat yang sampai 31 kali diulang-ulang didalam satu surat di
dalam Al-Qu'an yaitu dalam surah Ar-rahman yang berbunyi
فَبِأَيِّ
ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?"
Itu merupakan sebuah teguran bagi kita untuk senantiasa bersyukur
atas segala sesuatu yang diberikan bukan mengeluhkan hanyakarena satu permasalahan
dan melupakan nikmat Allah ﷻ yang telah diberikan.
Meskipun kita berada dalam fase kesulitan, selalu ada hal yang bisa
untuk kita syukuri dalam hidup ini, sekecil apapun itu, maka Syukurilah karena
di sana kita akan menemukan kebahagiaan dan ketenangan. Tidak ada permasalahan
dalam hidup yang tidak lain jalan keluar dan solusinya berada di dalam
Al-Quran, maka sejauh mana kita membaca, memahami, menelaah dan menghayati
kandungan dari Al-Quran. Maka disitulah berbagai jawaban dari permasalahan akan
ditemukan.
Imam - Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, “Dunia ini ibarat
bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari, tapi kalau kau
membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu.” Dalam menghadapi
masalah atau peroblem, kita sebaiknya tetap berserah diri kepada Allah ﷻ diiringi usaha yang tak mengenal menyerah untuk menyelesaikannya.
Selain itu, kita dapat membaca kata-kata motivasi tentang
kesabaran, yang bisa memberi kita dorongan positif untuk menjalani hidup dan
menyelesaikan masalah dengan baik. Diantarnya dengan mempelajari dan membaca
kitab-kitab karangan para ulama, membawakan faidah didalamnya, Ibnu Taimiyah
mengatakan dalam karangannya, "Petunjuk tidak bisa dicapai kecuali dengan
pengetahuan, dan arah tujuan yang benar tidak bisa dituju kecuali dengan
kesabaran".
Maka dari itu sikap yang harus diterapkan dalm diri kita yang lebih
utama ialah rasa syukur kita terhadap berbagai nikmat yang telah diberikan, dan
bersabar atas ujian yang ditimpakan terhadap diri kita.
Imam Ibnu Qayyim mengatakan Yang dinamakan bersyukur dan bersabar ialah, "Kesabaran itu adalah ketika hati tidak marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan terjadi dan mulut tidak mengeluh".
Label: artikel

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda