Rabu, 13 Januari 2021

DA’I DAN PROBLEMATIKA KEHIDUPAN


Ketika datangnya sebuah promlematika kehidupan tidak sedikit orang yang tidak dapat memecahkan promlemnya sendiri, banyak sebagian orang yang terkadang mencurahkan preomlemnya terhadap kawan dekat, sahabat, maupun orang tua. Meskipun ketika problem di curahkan kepada orang lain tidak berakhir dengan adanya solusi, akan tetapi ketika usai di curahkan, hati terasa lebih lega dan otakpun terasa ringan, diantaranya saya sendiri ketika mengalami problem.

Banyak cara untuk melepas beban pikiran ataupun problem yang menghampiri, ada yang melepas beban pikiran dan hatinya dengan cara mencurahkan semua unek-uneknya terhadap kawan, sahabat, dan orang tua yang terpilih untuk menerima curahannya. Dan ada juga yang melepas problem atau isi hatinya dengan mencurahkan diatas kertas, yaitu dengan membuat sebuah karya yang berbentuk tulisan atau sebuah karya yang bagus. Dan tidak sedikit orang yang awalnya mendapat problem pada akhirnya menghasilkan sebuah karya yang bernilai dan berkualitas. Ada juga yang mencurahkan problemnya dengan mengultuskan semua isi hatinya diatas gadget yaitu dengan menuliskan disebuah media seperti facebok, Whatsapp, Instagram dan akun sosial media lainnya.

Semua orang mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda bukan, Bahkan ada yang memecahkan problemnya sendirian dan mengultuskan dengan cara berserah diri kepada sang khaliq, dengan menempati satu pertiga malam (Qiyamul lail) dan berdoa misalnya, dengan mendekatkan diri kepada Allah akan lebih bermanfaat bahkan banyak jalan keluar yang Allah berikan ketika kita mendapati sebuah problem,

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah: 155)

Dengan menyimak salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur'an bahwa memang sudah menjadi hal yang lumrah bahwa setiap makhluk apalagi manusia pasti dihiasi dengan permasalahan dan ujian.

Bahkan dalam ayat yang lain kita dapat mengambil nilai positif nya bahwa kita di uji diberikan permasalah, semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita terhadap siapa yng menciptakan kita, gambaran kecilnya ialah ketika seorang anak belajar dibangku sekolah ada kalanya yang dinamakan Ujian akhir semester, ketika si anak ini lulus dan dapat menjawab soal yang diberikan oleh gurunya dan bahkan mendapati nilai baik, maka ia akan dinyatakan lulus dan dapat menempati tempat duduk dikelas yang baru. Sama halnya kita yang mendapati problem atau masalah yang diberikan oleh Allah

Dan tidak berakhir disitu, bahkan si anak yang telah lulus dikelas atau semester sebelumnya, maka dia harus melanjutkan jenjang pembelajaran dikelas atau disemester berikutnya, bahkan dengan soal yang lebih menantang lagi.

Allah tidak membebankan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al- Baqarah: 286)

Yang harus kita pahami bahwa, setiap hidup pasti ada problem, karena pada hakikatnya hidup adalah problem. Akan tetapi sejauh mana kita menyelesaikan dan memecahkan problem tersebut.

Allah itu maha penyayang dan pengasih, Dia tidak akan menurunkan berbagai permasalahan kepada kita, kecuali disesuaikan dengan kesanggupan kita, maka tugas kita adalah tidak menyerah begitu saja dengan masalah yang sedang dihadapi.

إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (Al- Insyirah: 6)

Bahkan ayat ini diulang hingga dua kali, yang artinya bahwa di balik setiap permasalahan itu selalu diikuti oleh solusinya. Tak hanya satu, namun banyak jalannya keluarnya banyak solusi yang diberikan oleh Allah untuk setiap peroblemnya. Gambaran kecilnya setiap tukang penjual kunci gembok dapat membuat gembok dengan kuncinya, tidak mungkin tidak dengan kuncinya, karena bagaimana mungkin gembok itu bisa dipakai dan di buka tanpa ada kuncinya, itulah kenapa Allah memberikan masalah pasti dengan solusinya. Hikmahnya ialah sejauh mana kesabaran kita dalam menjalani permasalahan kehidupan ini.

Dalam permasalahan jodoh pun, Al-quran memberikan keyakinan bahwa setiap manusia itu telah diberikan jodohnya, dan disesuaikan dengan dirinya sendiri, apabila dia baik, maka dia pun akan mendapatkan pasangan yang baik pula.

"Sedangkan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula." (An-Nuur ayat 26).

Banyak kata-kata para ulama bahkan dalam hadits pun dikatakan bahwa jodoh itu merupakan atau di ibaratkan sebuah cermin, yaitu kebalikan dari kita sendiri, pada hakikatnya ketika kita sebagai kaum adam merupakan laki-laki yang baik, dan sholeh maka jodoh yang Allah janjikan kepada kita merupakan pasangan yang baik pula.

Pertanyaan nya? ada kah pasangan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan hati kita, bahkan jauh dari perkiraan kita, jangan salah karena rencana Allah itu lebih baik dari perencanaan seorang hambanya.

وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“… Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui sesuatu.” (Al-Baqarah: 216)

Kesimpulanya adalah ketika kita mendapati sebuah problem, maka haruslah memilih kebiasaan yang baik untuk memecahkan permasalah, bukan malah menghindar, apalagi lari dari permasalahan karena itu bukan salah satu jalan keluar dari permasalaha yang ada hanya akan menambah masalah baru.

Sebagai seorang mahkluk yang diciptakan dari sari pati tanah, terkadang kita tak memahami jalan yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Namun satu hal yang harus kita pahami adalah bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita sebagai umatnya.

Maka yang harus kita lakukan dalam setiap langkah kehidupan kita adalah dengan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan kepada kita, perlu kita sadari bahwa ada ayat yang sampai 31 kali diulang-ulang didalam satu surat di dalam Al-Qu'an yaitu dalam surah Ar-rahman yang berbunyi

فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

"Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?"

Itu merupakan sebuah teguran bagi kita untuk senantiasa bersyukur atas segala sesuatu yang diberikan bukan mengeluhkan hanyakarena satu permasalahan dan melupakan nikmat Allah yang telah diberikan.

Meskipun kita berada dalam fase kesulitan, selalu ada hal yang bisa untuk kita syukuri dalam hidup ini, sekecil apapun itu, maka Syukurilah karena di sana kita akan menemukan kebahagiaan dan ketenangan. Tidak ada permasalahan dalam hidup yang tidak lain jalan keluar dan solusinya berada di dalam Al-Quran, maka sejauh mana kita membaca, memahami, menelaah dan menghayati kandungan dari Al-Quran. Maka disitulah berbagai jawaban dari permasalahan akan ditemukan.

Imam - Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, “Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari, tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu.” Dalam menghadapi masalah atau peroblem, kita sebaiknya tetap berserah diri kepada Allah diiringi usaha yang tak mengenal menyerah untuk menyelesaikannya.

Selain itu, kita dapat membaca kata-kata motivasi tentang kesabaran, yang bisa memberi kita dorongan positif untuk menjalani hidup dan menyelesaikan masalah dengan baik. Diantarnya dengan mempelajari dan membaca kitab-kitab karangan para ulama, membawakan faidah didalamnya, Ibnu Taimiyah mengatakan dalam karangannya, "Petunjuk tidak bisa dicapai kecuali dengan pengetahuan, dan arah tujuan yang benar tidak bisa dituju kecuali dengan kesabaran".

Maka dari itu sikap yang harus diterapkan dalm diri kita yang lebih utama ialah rasa syukur kita terhadap berbagai nikmat yang telah diberikan, dan bersabar atas ujian yang ditimpakan terhadap diri kita.

Imam Ibnu Qayyim mengatakan Yang dinamakan bersyukur dan bersabar ialah, "Kesabaran itu adalah ketika hati tidak marah terhadap apa yang sudah ditakdirkan terjadi dan mulut tidak mengeluh".

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda