Senin, 11 Januari 2021

SIKAP DA’I TERHADAP PENGHINAAN NABI MUHAMMAD ﷺ

 

SIKAP DA’I TERHADAP PENGHINAAN NABI MUHAMMAD

(Oleh Cecep Nurhadi)

Ikhwah fillah yang dirahmati Allah Subhanahu Wata’ala beberapa pekan kebelakang begitu ramai sekali di sosial dan berbagai media lainnya, mengenai presiden prancis yang melontarkan sebuah ucapan yang tidak enak di dengar dikalangan umat manusia pada umumnya dan dikalangan kaum muslimin pada khususnya, yaitu mengucapkan penghinaan atau pelecehan terhadap Nabi Muhammad sebagaimana dalam beberapa cuplikan vidio upacara pada saat itu presiden prancis yang bernama Emmanuel Macron, yang pertama mengatakan bahwa “orang islam perancis harus menyesuaikan hidup di negara prancis, juga mengatakan islam merupakan agama yang kerisis diseluruh dunia.”

Emmanuel macron juga menggambarkan Nabi Muhammad kartun atau karikatur dengan penilaian buruk, kemudian dari situlah muncul kontroversi diprancis, yang diawawali oleh seorang guru samuel faty yang mengajar menggunakan kartun terbitan charlie hebdo tahun 2015, tindakan ini menjadi banyak penilaian dan protes dari komunitas dan akhirnya faty ini dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya. Dia menilai ketika seorang islam buruk maka dia mnyimpulkan semuanya buruk, padahal tidak semua orang perancis sama seperti itu, dan tidak semua umat islam buruk semuanya. Pernyataan presiden prancis ini menimbulkan gelombang kritikan dan protes diberbagai negara seperti Irak, Palestina, Libya, Suriyah dan Arab Saudi.

Maka bagaimana penilaian dan tanggapan kita sebagai aktivis da’wah mengenai kejadian seperti ini, seorang yang berakal sehat harusnya dapat berpikir dengan baik bahwa apa yang diakatana Emmanuel Macron adalah kesalahan yang fatal, terkait anggapan satu orang islam buruk maka semuanya buruk, maka Ust. Adi Hidayat menanggapi hal ini dengan mengibaratkan sebuah peci. “Jika ada satu peci yangtidak muat ukurannya di kepala seseorang maka jangan salahkan peci ataupun kepalanya, peci tidak berkualitas buruk hanya karta karena tidak cocok dengan ukuran kepala seseorang ini, bisa jadi peci ini cocok dengan ukuran kepala yang lain, dan ketika calon pemakai tidak cocok hanya karena ukurannya tidak usah menyalahkan peci dan mencela calon pemakai, cukup mencari peci lain yang cocok dengan ukuran kepalanya.”

Kemudian tanggapan Ust. Felix Siauw juga menanggapi hal ini di akun instagramnya, “kaum muslimin tidak pernah mencari musuh, tapi tidak akan lari ketika ditantang musuh, mungkin tidak hari ini prancis akan melihat jawabannya, tetapi disuatu hari mereka akan merasakannya. Tak ada satupun yang berakhir dengan akibat. Prancis sudah mematik sebabnya.”

Ketika kita mengaku umat muslim, umat Nabi Muhammad yang senantiasa mengikuti dan meneladani sunnah-sunnahnya maka bentuk kecintaan kita terhadapnya maka kita harus membela atas plecehan dan berbagai penghinaan lainnya. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Baranng siapa diantara kalian melihat kemunkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak sanggup maka dengan lisannya, Jika tidak sanggup maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Seorang aktivis da’wah (Ust. Dr. Erwandi Tarmidzi) berkata: “ketika ada orang lain yang menghiana, melecehkan orang tua kalian apakah kalian rela.? Dan kemudian orang yang menghina dan melecehkan tadi menjual suatu barang kepada anda apakah anda mau membelinya.? Ketika anda membelinya berati ada yang salah dengan hati nurani anda.” Maka kita seorang aktivis da’wah, mahasiswa islami dan umumnya umat islam harus senantiasa menegakan amar ma’ruf nahiy munkar dimanapun kapanpun dan dalam keadaan apapun, karena di indonesia ini banyak sebenarnya orang yang pintar, mahir dalam agama dan dalam bidang lainnya akan tetapi kurangnya ruh jihad untuk membantah berbagai kebatilan dan kemungkaran, atau bisa dikatakan sedikitnya orang yang berani menegur ketika melihat kemungkaran didepan matanya, bukan seberapa besar peluang kemenangannya akan tetapi dimanakah posisi kita apakah dikubu yang benar walaupun peluang menang hanya 50% sama halnya cicak yang berusaha meniup-niup api yang membakar Nabi ibrahim sedangakan semut yang mengambil air dengan mulutnya yang berusaha mematikan api itu.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda